Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Remaja ZA Tewas Dianiaya Saat Tawuran di Bojonggede, 10 Orang Ditangkap

 

    Tawuran yang melibatkan remaja di wilayah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Minggu (27/3/2022) lalu, menyebabkan satu orang remaja berinisial ZA meninggal dunia. Usai mendapatkan laporan, Polres Metro Depok berhasil mengamankan 10 remaja yang terlibat tawuran dan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, Polres Metro Depok telah mengamankan 10 remaja yang terlibat tawuran hingga menewaskan satu orang di wilayah Kacamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Para remaja tersebut ditangkap di kawasan Pabuaran, Kabupaten Bogor.

"Kami langsung mengamankan dalam waktu satu hari dan 10 orang remaja berhasil diamankan," ujar Yogen kepada INDONESIATODAY, Selasa (29/3/2022).

1. Kelompok RGF melarikan diri karena lawan membawa senjata tajam


Yogen menuturkan, tawuran antar kelompok Rumah Galih Family (RGF) dan Kampung Prapat Family (KPF), berawal dari janjian melalui WhatsApp. Usai janjian, kedua kelompok tersebut langsung melakukan tawuran di wilayah Kecamatan Bojonggede, dibawah hukum Polres Metro Depok.

"Kedua kelompok melakukan tawuran yang sebelumnya telah janjian," tutur Yogen.

Pada saat tawuran, kelompok RGF kalah dengan KPF dikarenakan senjata yang digunakan RGF menggunakan bambu dan paralon. Pada kelompok lawan yakni KPF menggunakan senjata tajam sehingga kelompok RGF berusaha melarikan diri.

"Kelompok RGF lari dan dilakukan pengejaran oleh kelompok KPF," terang Yogen.

2. Korban meninggal sempat dilarikan ke rumah sakit

Yogen mengungkapkan, kelompok RGF yang melarikan diri dikejar oleh kelompok KPF. Namun beberapa remaja dari kelompok RGF terjatuh dan dianiaya oleh kelompok KPF.

"Kelompok RGF yang terjatuh termasuk korban mendapatkan penganiayaan menggunakan senjata tajam," ungkap Yogen.

Yogen menuturkan, akibat penganiayaan yang dilakukan kelompok KPF, korban ZA dan FN terluka. Akibat penganiayaan tersebut, FN terluka pada tangan bagian kiri akibat bacokan dan dibawa ke RS Citama.

"Korban ZA sempat di bawa ke RSUD Cibinong Bogor namun pada malam harinya korban meninggal dunia," tutur Yogen. 

3. Senjata dibeli di toko daring

Yogen menuturkan, Polres Metro Depok mengamankan 10 remaja yang terdiri dari enam orang di bawah umur dan empat orang dewasa. Di antara lima orang yang menjadi eksekutor terdapat satu orang masih di bawah umur.

Para tersangka dijerat Pasal Pasal 351 KUHP dan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan menyebabkan meninggal dunia.

"Hukumannya di atas lima tahun penjara karena ada korban meninggal," tutur yogen.

Yogen menambahkan, Polres Metro Depok turut mengamankan lima senjata tajam yang digunakan untuk tawuran, terdiri dari celurit, parang, pedang, dan stik golf. Diketahui, senjata tajam yang digunakan merupakan dibeli secara online.

"Senjata untuk tawuran dibeli melalui online oleh ketua kelompok," katanya.